Archive for September, 2005

beruntungnya gue

Thursday, September 8th, 2005

Pernah nggak kita sadar betapa beruntungnya kita?
Gue menyadarinya beberapa hari ini. Segala kesulitan hidup yang selama ini gue
hadapi dan gue pikir susah banget ternyata belum seberapa, masih ada yang
hidupnya jauh lebih susah dari gue. Kalau nggak percaya coba aja naik kereta
ekonomi tiap hari dan perhatiin para penumpangnya, diantara para karyawan
kantoran terselip para pedagang, pengamen dan pengemis yang berusaha mencari
nafkah setiap hari. Pedagang yang lazim disebut pedagang kaki lima itu saling
bersaing satu sama lain untuk berjualan di antara gerbong kereta yang sempit,
kebayang gak sih capeknya? belum kalau dimintain jatah preman atau kalau
dagangannya nggak laku. Dulu di tahun 80-an nyokap gue (almarhum) pernah menulis
tentang para pedagang ini, dalam tulisannya ia menggambarkan betapa sulitnya
hidup si pedagang buah yang setiap hari harus memanggul keranjangnya dari sebuah
kawasan terpencil di Bogor menuju ke stasiun kereta, lalu mereka berjualan dalam
gerbong kereta dari pagi hingga sore tanpa ada satupun buahnya yang laku.
Keadaan di tahun 80-an itu tak jauh berbeda dengan keadaan saat ini, hal ini
membuat gue bersyukur kalau gue masih dapat bertahan hidup dengan cara yang tak
sesulit para pedagang, pengamen maupun pengemis di kereta.