koalisi ulat tertindas
Sudah seminggu ini gue terkena wabah gatal-gatal
yang dicurigai penyebabnya adalah ulat penghuni pohon jambu mawar di halaman
depan rumah gue. Kejadian persis seperti ini juga pernah menimpa gue waktu masih
duduk di bangku SMP, waktu itu ulat-ulat ini berada di pohon mangga persis di
pinggir jalan depan rumah gue, alhasil pohon tersebut ditebang. Gue nggak tau
apakah pohon jambu mawar ini akan bernasib sama dengan pohon mangga yang dulu,
yang jelas gue dapat menyimpulkan bahwa semua kejadian ini akibat dari ulah
manusia juga. Kejadiannya berawal beberapa tahun yang lalu ketika sebuah pohon
besar (warga setempat menjulukinya pohon kawin karena pohon itu sebenarnya
gabungan pohon kelapa dan kapuk) ditebang tanpa alasan yang jelas. Yang tidak
diketahui warga adalah pohon itu merupakan rumah bagi beberapa jenis satwa
seperti burung gereja, serangga (termasuk ulat), kalajengking dan beberapa
makhluk halus (yang ini urusan lain) sehingga penghancuran rumah mereka
menyebabkan mereka terpaksa harus mencari rumah baru tanpa ada kompensasi
penggantian atas rumah lamanya (tampaknya penggusuran paksa nggak hanya berlaku
bagi masyarakat kota saja). Mungkin sebagai protes ulat-ulat yang tinggal di
pohon kawin itu bermigrasi ke pohon mangga di depan rumah gue dan menyebarkan
bulu-bulu beracunnya ke rumah gue. Kalau ulat itu bisa ngomong mereka pasti
teriak "jangan rampas rumah kami!" sambil bawa spanduk bertuliskan Koalisi Ulat
Tertindas. Bapak gue, lantas mengambil tindakan yang dianggap paling masuk akal
"Tebang saja pohonnya!" Habislah pohon mangga yang dulu ‘ngademin depan rumah
gue. Tahun demi tahun berlalu, gue tumbuh semakin besar dan nggak pernah lagi
mengalami wabah gatal-gatal. Tiba-tiba suatu hari gue menemukan pohon besar yang
ada di seberang jalan rumah tetangga gue sudah habis ditebang, pada saat itu gue
nggak berpikir macam-macam. Tapi tak lama kemudian kejadian yang tak diinginkan
pun terjadi lagi, wabah gatal-gatal itu mulai menyerang! Dan sekarang tinggal
menunggu waktu apakah bapak gue akan mengambil keputusan yang sama beberapa
tahun lalu atau mengambil kebijakan lain. Kesimpulannya manusia seringkali tidak
menyadari bahwa tindakannya dapat mengganggu keseimbangan alam, pohon yang
ditebang selain hanya bikin panas daerah pemukiman yang sudah panas, juga
menghancurkan habitat satwa yang tinggal di dalamnya. Terbukti dengan munculnya
berbagai virus dan penyakit beriringan dengan semakin rusaknya sumber daya alam
di bumi kita. Jadi buat yang peduli dan membaca tulisan ini jangan sembarangan
tebang pohon, perhatikan ekosistem di sekitar lingkungan jangan sampai merugikan
diri sendiri.
November 17th, 2008 at 3:03 am
sabar sabar……..ternyata penindasan nterhadap kaum yang lemah adalah menjadi hal yang wajar…..sangat wajar…mungkin.