seandainya…

Dua minggu terakhir ini gue menjadi seorang pekerja freelance untuk sebuah perusahaan advertising yang juga brand consultant, klien yang gue tangani adalah sebuah apartemen sekaligus mal di daerah Jakarta Selatan. Pekerjaannya seharusnya mudah saja, hanya menjaga tone and manner dari desain mal tersebut, tujuannya agar tidak melenceng dari positioning perusahaannya. Namun, masalahnya adalah mereka nggak ngerti pentingnya mengkomunikasikan positioning perusahaannya. Pada salah satu meeting di kantor klien, bos gue langsung marah-marah, gara-gara, ketika ditanya mengenai rencana promosi untuk tiga bulan ke depan salah seorang dari pihak klien gue ini bilang “Sebenarnya saya sudah punya plan untuk promosi tiga bulan ke depan tapi semuanya masih di kepala saya” Dalam hati gue bilang “Hah?” jadi gue harus baca pikirannya dia? Gue langsung berencana, nanti di meeting berikutnya, gue ajak saja Dedi Corbuzier biar dia yang gue suruh nebak isi otak klien gue ini. Terus mereka bisa saling bertatapan dengan dahi berkerut berusaha menebak apa isi pikiran masing-masing. Hal kayak gini cukup aneh dan terus terang aja, selama hidup gue, baru sekali gue menemui situasi seperti ini, gimana caranya kita bisa tahu apa yang ada di pikiran orang lain? Itu adalah hal yang mustahil kecuali kita punya ilmu sihir seperti professor Snape yang mencoba membaca pikiran Harry Potter, ini pun bisa ditangkal kalau kita dapat berkonsentrasi untuk mengosongkan pikiran. Ternyata berkomunikasi itu nggak gampang, apalagi membaca pikiran! Gue sering berkhayal seandainya ada sebuah alat yang dapat menerjemahkan ide gue jadi nyata. Jika alat kaya’ gini benar ada, beberapa ide yang keluar dari gue adalah: Satu, gue mau mobil yang memakai bahan bakar air dan materinya mudah terurai jika sudah nggak dipake, Yang kedua, gue mau rumah organik yang bisa dimakan dan tumbuh kembali dengan sendirinya, ketiga mungkin gue bikin parfum yang gak habis wanginya meskipun udah keringetan gara-gara naik angkot, bis atau kereta (walau sebetulnya gue nggak perlu parfum ini kalau udah punya mobil ber-ac yang pake bahan bakar air), keempat gue bikin radar pendeteksi ulat bulu supaya mereka nggak hinggap di pohon depan rumah gue dan bikin badan gue gatel-gatel, kelima tentunya gue perlu pistol pengusir anti ulat bulu, yang keenam satu set drum yang bisa dilipat sampai kecil sehingga bisa dimasukan ke dalam tas ransel supaya mudah dibawa ke mana aja, dan yang ketujuh gue akan bikin alat “Lancar Ngomongs X2000″ supaya bisa mengungkapkan isi hati ke cewek yang gue suka, nggak cuma bengong ngeliatin sampai akhirnya tuh cewek pergi dengan orang lain (sial!) Sebenarnya masih banyak ide-ide lain yang lebih serius (hawhawhaw…) tapi gue stop sampai di situ dulu, ada yang punya ide bagus?

3 Responses to “seandainya…”

  1. Sihir Says:

    mesin pencetak novel/buku instan.. jadi dari ide pengen nulis buku terus langsung jadi buku (gak usah cape-cape nulisnya) dan langsung kirim/jual ke toko-toko buku.. :p

  2. Hes Says:

    ..pintu kemana saja!! jadi ngga perlu keluar ongkos kalau mau kemanamana ..tapi untuk saat ini cukuplah tangga berjalan di rumah. cape kalau harus turun naik lagi hamil begini :p

  3. solitaire Says:

    i knew this day would come and i already taught my heart not to feel. can’t even shed many tears as they already dried up in the middle of the year. but…
    i thought i was already back on my two feet again in the middle of last year. but i guess my heart is not that strong. the defence got broken again and this time it got itself too loose, no logic whatsoever. of course, it ended up getting into tiny pieces at the beginning of this year. can’t even pick them all up, let alone fix them back together. the year has not yet ended and look what i am getting for xmas. will be a HELL lot of things to celebrate that eve. time is never on my side, then again… what is. it has never been a fair battle, makes me wonder if even the mighty herself against me. i fear for the coming years…
    so… seandainya… if the universe is at it’s least mercy, i wish my eyes would be closed, my ears would be shut, and my soul will be rested… forever in peace…

Leave a Reply