three little angels plus one
Pada bulan Mei yang lalu keponakan gue nambah satu, seorang bayi laki-laki yang diberi nama Aditya, seneng banget gue akhirnya punya keponakan cowok. Karena keponakan gue semuanya perempuan dari mulai Nabila, Lala dan yang terkecil Safia. Meskipun begitu gue berusaha menyayangi semuanya dengan kadar yang sama, mereka adalah miniatur-miniatur lucu yang seringkali bertingkah di luar dugaan, kehadiran mereka nggak cuma mengubah hidup kakak gue tapi juga mengubah hidup gue. Meskipun gue bukan orang tuanya gue juga merasa bertanggung jawab melindungi mereka. Pernah satu kali gue dengar mereka bernyanyi dengan bahasa inggris ‘twinkle, twinkle little star, how I wonder where you are…’ gue langsung menyambut dengan suka cita. Waaww, keponakan gue udah bisa nyanyi pake bahasa inggris, meskipun masih terbata-bata. Tapi yang bikin gue kaget tiba-tiba mereka berhenti menyanyikan lagu anak-anak itu dan menggantinya dengan lagu apa coba? Peterpan!!! (oke, gue jelasin dulu di sini bahwa Peterpan ini bukan Peterpan yang musuhnya Captain Hook dan lagu yang dinyanyikan nggak ada kaitannya dengan lost boys atau bajak laut) Gue langsung meminta mereka lebih baik mengulang lagi lagu twinkle-twinkle little star, tapi mereka bersikukuh untuk menyanyikan lagu itu. Dari pengalaman ini membuat gue (sebagai orang yang baru saja berkecimpung di dunia musik) menyadari bahwa pertama, kekuatan musik itu ternyata cukup luar biasa dan kedua, di Indonesia ini kita nggak akan pernah lolos dari lagunya Peterpan! Gue telah didoktrin selama berbulan-bulan untuk mendengarnya (terlepas suka atau tidak) di segala tempat mulai stasiun kereta, mal, pertokoan, terminal, kafe, restoran, warung sampai puncaknya keponakan gue pun ikutan nyanyi. Gue akui ini adalah sebuah fenomena yang gila, mungkin suatu saat perlu ada yang meneliti bagaimana hal ini bisa terjadi. Balik lagi topiknya ke keponakan gue yang lucu-lucu itu, gara-gara kejadian itu gue jadi khawatir, karena yang namanya anak kecil memang terbiasa meniru orang dewasa alias membeo, meskipun mereka sebenarnya tidak benar-benar mengerti apa yang mereka katakan, kalau meniru lirik lagu sih masih aman asal lirik lagunya sopan tapi apa jadinya kalau yang mereka tiru adalah kata-kata mengumpat. Nah! Bahaya banget tuh… Gue jadi sadar lagi betapa berat beban menjadi orang tua, salut deh buat kedua kakak gue yang tabah dan sabar menjadi orang tua dan juga untuk orang tua gue yang bertahun-tahun sabar banget sama gue yang suka nggak jelas gini, terutama buat alm mom tercinta. Sebentar lagi di keluarga gue akan ada dua keponakan baru, yang pertama dari kakak perempuan gue (anak keduanya) dan satu lagi dari istrinya adik gue (anak pertamanya) semoga mereka hadir ke dunia ini dalam keadaan sehat (amin) dan pasti om-nya yang satu ini akan menunggu dengan penuh riang (sambil siap-siap merogoh kocek buat beliin kado yang semakin banyak hawhawhawhaw…hhmmm gawat juga nih)
October 25th, 2005 at 1:19 am
Wah…gue jadi keponakan loe dong. Apa kabay om dimass..?? Byadda Souljah !!
November 15th, 2005 at 2:25 am
Waduh nggak kebayang mr. adit yang ini mah dah nggak imyut tapi amyit amyit hwehehehe.. pengen ke surabaya lagi nih dit
November 19th, 2005 at 10:34 pm
..asik asik bakal dapet kado!